= "Gue yang salah kamar, malah gue sendiri yang baper" =
--
Imut, karyawan Gen Z yang blak-blakan, yakin dirinya korban diskriminasi dari Rayan, CEO yang senyumnya lebih langka dari sinyal wifi gratisan. Bagi Imut, bosnya itu manusia paling menyebalkan sedunia. Sementara bagi Rayan, Imut cuma bawahan kurang ajar yang pantas dikirim kursus tata krama. Keduanya bersumpah saling menjauh, sampai takdir punya rencana lain.
--
Menang undian liburan ke Bali membawa Imut tepat ke hotel yang sama dengan Rayan yang ternyata sedang berbulan madu kedua bersama istrinya, Sasha. Mereka di sana atas desakan orang tua mereka yang percaya pernikahan bisa diperbaiki cukup dengan nasihat dan wejangan.
--
Malamnya, empat gelas whisky gratis membuat Imut mabuk, salah masuk kamar, dan terjerembab di ranjang dalam pelukan Rayan. Pelukan itu tertangkap mata Sasha yang murka. Satu kesalahan kecil, dan hidup Imut berubah selamanya.
--
Di tengah gosip kantor yang selalu membuat depresi, benih perasaan yang ganjil justru tumbuh untuk atasan yang paling ia benci, pria yang usianya jauh lebih tua dan sedang terjebak dalam pernikahan tanpa cinta. Rayan pun tak bisa lagi berpura-pura benci pada gadis yang selalu menganggapnya sebelah mata.
--
Saat hati mulai bicara, perjanjian bisnis antarkeluarga mengancam segalanya. Sanggupkah Imut mempertahankan cinta yang baru tumbuh, atau ending-nya cuma jadi TKI dadakan setelah ditendang dari perusahaan start-up?
Todos los derechos reservados