Emperor's Topaz

Emperor's Topaz

  • WpView
    Lectures 29
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., août 29, 2026
WpInfo
Fiction
Action & Thriller
Aventure
Fantasy
Romance
[15+] Topaz, seorang tentara bayaran yang dahulu dikenal sebagai pahlawan. Topaz, yang diyakini telah meninggal, ternyata selama bertahun-tahun hidup dalam pengasingan di 'Hutan Kematian'. Suatu hari, seorang pengunjung tak terduga tiba di hutan yang tak seorang pun berani menginjakkan kaki di dalamnya. "Saya Karyen. Bolehkah saya menanyakan nama Anda, wahai penyelamat yang baik?" Penyihir aneh itu, yang menyebut Topaz sebagai penyelamat, mulai mengusik kehidupan damainya di hutan tersebut. --- "Topaz, tolong lindungi aku." Karyenif mengulurkan tangannya. Tangan itu begitu lembut dan halus. "Silakan pergi bersama saya. Saya akan mempekerjakan Anda." Pria itu bahkan tidak tahu siapa Topaz sebenarnya. Namun, ia gemetar seolah tengah mengungkapkan keinginan yang telah lama terpendam. Kelopak matanya berkedip gelisah, seolah benar-benar putus asa. Pada akhirnya, Topaz memutuskan untuk menerima permintaan Karyenif dan meninggalkan hutan... (NOVEL TERJEMAHAN! PENULIS ASLINYA👇) Penulis: 흰사월 / White April Penerbit: 비올렛 / Violet
Tous Droits Réservés
#103
kemampuan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Bukan Babysitter, Bung
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • XAVIER : The Silent Guardian
  • GAIRAH MENANTU BERSERAGAM
  • AVISENA
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor! (Hiatus)
  • Stuck Between The Pags
  • Bukan Sembarang Figuran
  • THE DUCHESS OF LANCASTER : A Tale of Two Lives (END/COMPLETED)

"Aku ingin kau menjaga putraku... dan teman-temannya." Naraska mengernyit. Kata-kata itu terasa janggal di telinganya. Di seberang meja kerja, Rajendra C. Lysander duduk tegak, menatapnya lurus sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di permukaan kayu. "Aku tahu ini terdengar aneh," suara Rajendra berat, sarat kelelahan. Di tangannya, selembar kertas bisnis terjepit tanpa benar-benar ia baca. "Tapi aku akan pergi selama tiga bulan untuk perjalanan bisnis. Jadi aku membutuhkan bantuanmu." Naraska menarik napas. "Aku tidak keberatan, Paman. Tapi... mengapa harus aku? Mereka sudah mahasiswa. Bukankah mereka bisa menjaga diri mereka sendiri?" Rajendra terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. Tatapannya beralih ke luar jendela, seolah mencari jawaban pada langit senja di balik kaca. "Putraku dan teman-temannya telah tinggal di rumahku selama 5 bulan," ucapnya pelan. "Mereka tengah bersiap untuk mengikuti pertandingan Battle of the Bosses. Karena mereka meminta cuti, jadwal belajar mereka bersama pengajarnya semakin padat." Naraska menautkan alis. "Kalau begitu, mengapa aku perlu mengawasi mereka? Bukankah guru itu cukup?" Mata Rajendra kembali beralih padanya, kali ini tajam dan penuh arti. "Itulah," katanya singkat. "Yang ku ingin kau awasi"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu