21 Days To Confess

21 Days To Confess

  • WpView
    Leituras 53
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, ago 26, 2026
WpInfo
Ficção
Romance
Cidade Pequena
Cotidiano (Slice of Life)
Segunda Chance
Saya seringkali duduk di atap tempat singgah, sekadar melihat bulan, melamun sembari mendengarkan lagu-lagu yang terputar di pemutar musik. Favorit saya adalah "You'll find lovers like you and me" milik Reality Club, omong-omong. Berandai-andai, sedang apa kamu sekarang di kota lain. Apakah makanmu cukup? Apakah harimu baik? Karena saya selalu mendoakan kamu untuk menjalani semua hari dengan penuh suka cita. Saya dan dia-omong-omong-bukan sepasang kekasih. Saya menyukai dia, seorang teman lama yang sudah lama sekali tak saya temui, tapi barangkali dia tidak pernah menyukai saya. Dimatanya mungkin, saya hanya cukup sebagai teman yang pernah hadir di dalam hidupnya saat SMA. Dia menyayangi saya, sebagai seorang teman. Sayangnya, rasa sayang saya barangkali lebih jauh dari sekadar teman. Ah, halo. Saya merindukanmu
Todos os Direitos Reservados
#10
puitis
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Night Calls
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Mas Bupati
  • A Matchmaker's Quest [END]
  • Under The Authority Of Senopati
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+] END
  • Círculo del Destino
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Clause of Us

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo