When Heaven Forget Us

When Heaven Forget Us

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 12, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Isekai and Reincarnation
High Fantasy
Ancient Civilizations
Ada cinta yang tidak berakhir ketika seseorang pergi. Ada pula takdir yang tidak mampu diputus bahkan ketika seluruh ingatan telah dihapus. Di antara dunia manusia, langit, dan kegelapan, dua jiwa terus dipertemukan dalam kehidupan yang berbeda. Mereka pernah saling mencintai, kehilangan, bahkan terluka oleh takdir yang tidak pernah berpihak. Namun ketika kesempatan kedua diberikan, akankah mereka mampu mempertahankan cinta yang sama? Sebab terkadang, seseorang mungkin melupakan nama, wajah, bahkan kisah yang pernah mereka lalui. Tetapi hati memiliki caranya sendiri untuk mengingat seseorang yang seharusnya tidak pernah dilupakan. Dan ketika takdir kembali mempertemukan mereka, satu pertanyaan tersisa. Jika seluruh dunia telah melupakan kisah mereka, apakah hati masih akan mengenali orang yang dicintainya?
All Rights Reserved
#63
nctwish
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • My First Life, Rewritten
  • The Silent Bloom [END]
  • The Duke's Red String (Lengkap - Pre Order)
  • The Vampire's Sacred Fate
  • Sin of The Villainess
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • Rumah Untuk Sang Tiran

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines