Symphony of Sins

Symphony of Sins

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 1, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dark Fantasy
LGBTQIA+
Gay
Symphony of Sins mengisahkan Val, seorang incubus bangsawan ber-Demonic Core Level 0 yang terdampar di dunia modern dan bertahan hidup dengan memanipulasi serta menyerap esensi kehidupan manusia melalui intrik psikologis yang mematikan. Di balik ambisinya menaikkan level kekuatan sistem dan menjerat para mangsa arogannya, permainan kekuasaan tersebut mulai diuji ketika ia bersinggungan dengan Elian-seorang bawahan polos yang secara perlahan membangkitkan sisi emosional dan kerentanan baru di dalam diri sang iblis dingin.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • ROSALINE - I will be The Real Antagonist
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Transmigrasi Menjadi Seorang Figuran (TAMAT)
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • EVAELGA: OBSESI BRONDONG
  • Sin of The Villainess
  • Rumah Untuk Sang Tiran (Tahap Revisi)
  • The Duke's Red String (Lengkap - Pre Order)
  • A Family of Villains

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines