A Recipe for Us [GL]

A Recipe for Us [GL]

  • WpView
    Reads 240
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 20, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
Lesbian
Bisexual
Coming Out and Self-Acceptance
Sarah Adeline sudah terbiasa mendapatkan apa pun yang dia inginkan. Sebagai anak tunggal dari keluarga konglomerat, hidup Sarah dipenuhi segala sesuatu yang cantik, nyaman, dan-tentu saja-berwarna pink. Tapi ada satu hal yang belum berhasil dia dapatkan: hati Raihan, mahasiswa manajemen yang sudah lama menjadi pujaan hatinya. Ketika Sarah mengetahui bahwa Raihan menyukai perempuan yang pandai membuat kue, dia pun memutuskan untuk belajar baking. Masalahnya? Sarah bahkan tidak tahu cara menggunakan oven dengan benar. Di situlah Dita Prameswari datang. Dita, seorang pastry chef berusia dua puluh sembilan tahun yang pernah bekerja di Jepang, kini kembali ke Indonesia untuk meneruskan toko pastry peninggalan ayahnya. Tenang, dewasa, dan jauh lebih sabar daripada yang seharusnya, Dita membuka kelas baking kecil-kecilan dan Sarah menjadi salah satu muridnya. Awalnya, tujuan Sarah sederhana: membuat cookies, brownies, dan cake untuk Raihan. Namun semakin sering Sarah datang ke kelas Dita, semakin banyak hal yang berubah. Dan entah sejak kapan, membuat sesuatu untuk Dita terasa jauh lebih menyenangkan daripada membuat sesuatu untuk Raihan. Sometimes, love isn't the recipe you were looking for. It's the one you never knew you needed.
All Rights Reserved
#823
girlslove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pasal Kedua
  • My Ninja Captain [GXG]
  • You Are The Apple Of My Eye
  • THE REPLACEMENT (MEMELUK JIWA YANG ASING) (End)
  • Since We Met
  • Hidden Love (gl)
  • Aku, kamu dan Jogja Kala Itu
  • "The Legacy Rivalry" [SEULRENE]
  • Kereta Pukul 07.10 (Tamat)
  • Its Only Between Us

Willa Maximilian, 32 tahun, adalah pengacara publik yang menghabiskan seluruh hidupnya berjuang untuk orang lain hingga tubuhnya sendiri menyerah. Didiagnosis Chronic Fatigue Syndrome yang bertahun-tahun ia abaikan, ia menutup mata untuk terakhir kalinya di atas tumpukan berkas kasus yang belum selesai. Lalu ia membuka mata dan bau cat tembok baru menyambutnya. Willa terbangun sebagai dirinya sendiri, empat belas tahun lalu, di hari pertama MPLS Fakultas Hukum Universitas Kwangya. Tubuh delapan belas tahun dengan ingatan tiga puluh dua tahun. Seragam putih abu yang sudah lama ia lupakan. Dan di barisan panitia MPLS yang berdiri galak di depan aula ada Katerina Yaroslavl. Willa mengenali wajah itu. Katerina adalah hakim yang paling ia hormati sekaligus paling ia benci di kehidupan lamanya perempuan keras kepala yang menolak menandatangani putusan bebas klien Willa dalam kasus yang Willa yakini sepenuhnya benar. Mereka berpisah sebagai musuh di ruang sidang. Tapi di sini, Katerina hanyalah mahasiswi semester tiga yang bertindak terlalu serius sebagai koordinator MPLS. Willa punya dua pilihan: menjalani kuliah ini seperti biasa, atau menggunakan semua yang ia tahu untuk mengubah segalanya, termasuk kasus-kasus besar yang ia tahu akan terjadi, keputusan-keputusan keliru yang akan melukai banyak orang, dan jalan hidup seorang Katerina Yaroslavl yang, ternyata, jauh lebih rapuh dari yang pernah ia bayangkan. Masalahnya semakin dekat Willa dengan Katerina, semakin ia sadar bahwa di kehidupan lama, ia tidak pernah benar-benar melihat perempuan itu. Hanya putusannya. Hanya jubah hitamnya. Bukan tangannya yang gemetar saat menandatangani sesuatu yang ia sendiri tidak percayai. Bukan matanya yang menyimpan rahasia yang tidak pernah sampai ke ruang sidang mana pun. Keadilan bisa dipelajari dari buku. Tapi bagaimana cara memperjuangkan seseorang itu harus dipelajari dari awal.

More details
WpActionLinkContent Guidelines