Friend With Benefits (TianZiyu)

Friend With Benefits (TianZiyu)

  • WpView
    Dibaca 16,570
  • WpVote
    Vote 2,563
  • WpPart
    Bab 51
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir sekitar 8 jam yang lalu
WpInfo
Fiksi Penggemar
LGBTQIA+
Bagi Zheng Ziyu, bertahan hidup di kampus itu gampang tinggal manfaatin orang terdekat. Dan mangsa utamanya adalah Tian Xuning, kating BEM-nya yang kelewat jenius, berotak encer, dan anak orang kaya yang isi rekeningnya tak berseri. ​Daripada pusing mikirin draf proker dan tugas kuliah yang menumpuk, Ziyu menawarkan sebuah kesepakatan rahasia berujung transaksi kotor. ​"Gua butuh otak sama duit lo, Tian." "Boleh. Tapi sebagai gantinya, gua butuh badan lo." ​Ziyu dapat hidup enak semua tugas beres, laporan diketikkan, dan barang impian dibayarin. Sebagai gantinya? Tian dapat akses gratis ke tubuh Ziyu kapan pun dia butuh pelampiasan. ​"Gue bukan pelacur ya, bangsat!" "Ya emang bukan. Anggap aja ini investasi. Lo butuh hidup praktis, gua butuh jatah. Fair, kan? Lagian juga lu ikut ketagihan" ​Murni transaksi, nol perasaan, dan dibungkus pertengkaran tiada akhir. Namun, ketika rasa nyaman dan ketagihan fisik perlahan mengaburkan batasan gengsi, apakah perjanjian FWB berlandaskan kelicikan ini bisa tetap lurus tanpa ada rasa yang melenceng? ⚠️HARAP BIJAK DALAM MEMBACA! ⚠️
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • PAMENGKU | NOMIN
  • I'm Not Just a Figuran
  • Rewriting The Villain (END)
  • Tokoh Pendukung Wanita
  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]
  • Given || Ju Jihoon
  • Obsession Overdose
  • Your Daddy My Husband
  • A House Between Us
  • Possessive Male Lead

Sejak peristiwa itu, para sesepuh menetapkan satu pantangan yang tak pernah berani dilanggar. Tak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi puluhan tahun silam. Yang tersisa hanyalah cerita-cerita "konon" yang diwariskan dari mulut ke mulut. Tentang malapetaka yang selalu datang ketika kedua pamengku berdiri di pendapa yang sama. Tak seorang pun berani mempertanyakan kebenarannya. Hingga Manggala Paramayoga mulai bertanya... Apakah pantangan itu benar-benar ada?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan