Taming the Wild Star (Englot & Lmsy)
Lampu-lampu malam di distrik finansial Singapura memantulkan gemerlap neon yang dingin, membungkus sebuah rahasia besar di balik fasad kemewahan kota metropolitan ini. Di balik senyum manis yang menghiasi layar kaca dan papan reklame raksasa, dunia hiburan bergerak seperti papan catur yang kejam. Orang-orang melihat gemerlap, namun mereka lupa bahwa di bawah lantai marmer yang mengilat, ada darah dan air mata yang disembunyikan rapat-rapat.
Novel ini sejatinya bukan sekadar kisah picisan tentang debar cinta yang jamak ditemukan, melainkan sebuah simfoni kelam tentang luka-luka yang telanjur menganga. Ini adalah catatan perih tentang goresan sembilu yang ditorehkan oleh keangkuhan orang-orang dewasa yang dengan bangga menyandang gelar sebagai seorang ayah. Luka-luka masa kecil yang sengaja dibiarkan membusuk di bawah kulit, disembunyikan rapat-rapat di balik fasad kemewahan kota metropolitan, hingga waktu bergulir tanpa kompromi. Dan ketika anak-anak yang terbuang itu tumbuh dewasa, sisa-sisa air mata menjelma menjadi badai destruktif, menuntut balas atas setiap jengkal kepedihan masa lalu yang belum sempat terbayar tuntas.
Ada Charlotte Austin, ratu skandal yang membiarkan dirinya terseret dalam pusaran malam di Clarke Quay, sengaja merusak reputasinya sendiri hanya agar sang pemilik bayangan di hotel Aetherium terpaksa meliriknya.
Dan ada Engfa Waraha, pria berdarah dingin yang pulang dari Paris membawa topeng kesempurnaan akademis, siap merebut kembali takdir yang sempat diinjak-injak di dalam mansion Nassim Road.Dua jiwa yang sama-sama menjadi korban ambisi keluarga kini dipertemukan di bawah atap Temasek Star Management. Ketika takdir mulai mempermainkan garis keturunan, cinta bukanlah lagi tempat berteduh, melainkan pisau bermata dua yang siap merobek dada siapa saja yang berani mencicipinya.
Permainan kekanak-kanakan di belakang layar resmi berakhir, dan genderang perang di atas papan catur bisnis ini baru saja dimulai.