Call Me By Your Name

Call Me By Your Name

  • WpView
    Membaca 34
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Agt 13, 2026
WpInfo
Fiksi
LGBTQIA+
Gay
Pengakuan dan Penerimaan Diri
kisah Elio Perlman dan Oliver di musim panas pedesaan Italia Utara tahun 1983. Di tengah kemegahan pengaturan yang dibasahi matahari, Elio dan Oliver menemukan keindahan yang memalukan keinginan kebangkitan selama musim panas yang akan mengubah hidup mereka selamanya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
musimpanas
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Rain in November • HIATUS
  • Believe me i'm fine [Daisuga] End ✓
  • AU CHAT  Chi Cheng X Wu Suo Wei (COMPLETED)
  • Bumi dan Semestanya. (Earthmix)
  • THE 17 SPRING
  • NEXT (Vegas-Pete) - Fanfic
  • Hingga Akhir [JohanxNorth]
  • SUDDEN LOVE - ABIBIU STORY [  COMPLETED ]
  • Lysander Lowell De Villiers
  • ANYTHING YOU WANT [END]

Langkah Save terhenti di depan kelas 11. Suara itu-begitu familiar-menghantam telinganya tanpa ampun, membuat jantungnya berdebar tak karuan. Ia refleks menoleh, matanya langsung menemukan sosok yang diam-diam mengisi ruang hatinya. "Aku tidak suka pria," ucap orang itu santai, disambut tawa teman-temannya. Kalimat itu menancap seperti duri. Bertahun-tahun berlalu. Aku pikir waktu akan menyembuhkan segalanya. Aku mencoba melupakannya sejak tahun pertama kuliah, mengubur perasaan itu di balik tumpukan kesibukan. Kupikir aku berhasil. Tapi ternyata, waktu hanya membuatku pandai menyembunyikannya. Di tahun ketigaku, dia kembali-tanpa aba-aba, tanpa permisi. ** "Jangan ganggu aku," kata Save sarkastis, menunduk membaca buku. Auau tertawa pelan. "Tapi aku suka mengganggumu." Save melirik sinis, lalu kembali menunduk. Tapi Auau hanya tersenyum, matanya lembut menatap. "Dia nggak berubah," pikirnya. "Tetap saja... menarik." Dan di antara candaan ringan, perasaan lama ternyata tak pernah pudar-justru semakin bertahan, bahkan bertambah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan