Hidup Yang Tak Lagi Sama

Hidup Yang Tak Lagi Sama

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 13, 2026
WpInfo
Fiction
Horror
Mystery
Paranormal
Di usianya yang baru 17 tahun, Banyu Arfan Pramudya adalah wujud nyata dari kehangatan. Senyumnya lebar, tawanya menular, dan dunianya terasa begitu terang. Namun, sebuah kecelakaan tragis menghantam hidupnya secara mendadak, merenggut napas Banyu dan menghentikan detak jantungnya di atas aspal dingin. Banyu dinyatakan meninggal dunia. Namun, keajaiban atau justru kutukan, ia terbangun kembali dari kematian. Banyu hidup, tetapi ia tak lagi sama. Bersamaan dengan jantungnya yang kembali berdetak, batas antara dunia yang hidup dan yang mati di matanya telah hancur. Kini, Banyu dapat melihat "mereka" jiwa-jiwa tak kasatmata yang tersisa di balik bayangan. Hidupnya yang dulu penuh warna ceria kini berubah menjadi petualangan mencekam di antara rahasia orang-orang yang telah tiada. (Baru nulis cerita maaf kalo kesannya gk enak)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gata
  • Napak Tilas (Selesai)
  • Hilang
  • Daddy's Little Baby
  • Tumbas Janji Lawas
  • Pengantin Alam Sebelah
  • Jangan Lembur Sendirian
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • DESA PININGIT (M-PREG)
  • Got dropped into a ghost story, still gotta work (1-200)
Gata

Bratadikara artinya pemimpin yang berwibawa dengan tingkah laku yang baik. Nama itu tersemat pada keluarga Bratadikara, salah satu keluarga ningrat di Desa Welaswati yang masih memegang teguh budaya leluhur secara turun temurun. Di desa, mereka adalah keluarga terpandang yang disegani. Tetapi siapa yang tahu, dengan lurusnya nama mereka di warga sekitar, keluarga itu memegang tradisi yang sangat teguh tanpa dapat dinegosiasi. Setiap keturunan dari Bratadikara harus melakukan upacara untuk menemukan pasangannya di setiap garis takdir kehidupan. Untuk keluarga kejawen seperti mereka sih, adalah hal biasa dengan setiap mistik yang mereka punya. Di desa ini, normal sekali semua anomali yang dimiliki setiap tradisi keluarga. Tapi bagi Laban, dia sangat membenci tradisi ini. Karena tradisi itu, ia menjadi korban untuk terikat pada keluarga Bratadikara, atau menjadi salah satu bagian dari mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines