Warisan Tanpa Nama

Warisan Tanpa Nama

  • WpView
    Lectures 30
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., août 14, 2026
WpInfo
Fanfiction
NCT
Crossover
K-pop
Thèmes Sociaux
'Satu sentuhan lagi,' batinnya. Namun, tepat saat ia hendak menarik garis penutup, sebuah kejanggalan kecil terjadi. Jari telunjuk dan ibu jarinya tiba-tiba menegang. Getaran halus yang tak terkendali menjalari pergelangan tangannya. Prang. Kuas kecil itu terlepas dari genggamannya, jatuh menimpa kanvas dan meninggalkan noda tinta hitam pekat tepat di tengah-tengah objek yang sejak sore ia garap dengan susah payah. "Belum tidur, Kak?" "Tangan seorang pelukis tidak akan bergetar hanya karena kantuk, Kak," bisik Chenle pelan, tatapannya menyayat hati Renjun. "Jangan dibiasakan menanggung semuanya sendirian. Kita sudah berjanji, kan? Saling menjaga." "Renjun," ulang Jaemin, suaranya tidak naik satu oktaf pun, tetapi justru terdengar jauh lebih mematikan karena sarat akan luka dan kekecewaan. "Aku tanya, sejak kapan?" "Kelelahan?" Yangyang mendengkus keras, suara tawa sinis yang terdengar menyakitkan. Ia melangkah mendekat, menatap tajam mata Renjun. "Pelukis nasional macam apa yang menyebut tremor saraf ditangan kanannya sebagai 'kelelahan biasa'? Jangan meremehkan kami, Renjun. Kami bukan orang asing yang bisa kamu bohongi dengan senyum pepsodent basi itu!"
Tous Droits Réservés
#146
familyship
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]
  • PAMENGKU | NOMIN
  • Possessive Male Lead
  • Your Daddy My Husband
  • Obsession Overdose
  • Rewriting The Villain (END)
  • Given || Ju Jihoon
  • I'm Not Just a Figuran
  • A House Between Us
  • Tokoh Pendukung Wanita

Satu kampus tahu kalau Kenan Abyasa adalah benteng kokoh Fakultas Teknik yang tidak tersentuh. Dia tampan, perfeksionis, bermulut ketus, dan punya aturan mutlak yang tidak boleh dilanggar siapa pun: jangan pernah menyentuh fisiknya secara sembarangan. Tapi, aturan itu seolah tidak berlaku bagi Seva Ananta. Sebagai mahasiswa FEB yang modis, wangi, dan dipenuhi pesona centil yang menggemaskan, Seva sengaja menjadikan Kantin Pusat sebagai medan perang hariannya. Mulai dari sengaja mengantarkan minuman manis, memanggil dirinya sendiri dengan sebutan nama, hingga gestur natural menyelipkan poni ke belakang telinga demi memancing perhatian sang pujaan hati. Semua orang mengira Seva akan segera didepak oleh sifat dingin Kenan. Namun di balik layar, saat tidak ada pasang mata yang melihat, justru cowok kaku itulah yang selalu memegang kendali; dengan sengaja menarik kerah kemeja Seva agar mendekat, atau menahan pinggang si gembul itu sedikit lebih lama agar tidak berpaling ke orang lain. Karena bagi Kenan, aturan Touch-Me-Not miliknya punya satu pengecualian besar, dan nama pengecualian itu adalah Seva.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu