THE SPACE BETWEEN COURSES

THE SPACE BETWEEN COURSES

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 14, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Happy Ending
Lilian Aveline is a workaholic Creative Director yang selalu punya alasan untuk melewatkan makan. Hingga suatu blind date di LUMÉ mempertemukannya dengan Vincent Wiratama, a calm fine-dining chef yang somehow notice the little things she tends to overlook. Satu blind date, satu steak yang dianggapnya undercooked, dan beberapa unexpected meeting membawa mereka pada sesuatu yang tak pernah direncanakan. Perhaps, love begins in the little moments between one course and the next. *** "Vince." "Hm?" "I think I ruined it." He looked at the tray. "You did." Lilian stared at him in disbelief. "You're supposed to comfort me." "I'm a chef. I'm supposed to be honest." "I hate you." Vincent smiled. "No, you don't." *** ©marssiellee2026, The Space Between Courses
All Rights Reserved
#505
adultromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Stolen Promise
  • Círculo del Destino
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Siap-siap Jadi Ibu
  • Everything Has Changed [COMPLETED]
  • DE LEIDER EN DE LOTUSBLOEM
  • THE OLD SOUL
  • Laskar Diksi untuk Afeksi Mati
  • Stay With Me
  • TIRA: Perkara Pertama

Bagaimana jadinya jika sesuatu yang paling berharga milikmu dicuri- bahkan sebelum kamu sadar itu pernah menjadi milikmu? Esther menghabiskan dua belas tahun terakhirnya menyimpan satu nama di hatinya. Nama yang dia baca dari gerak bibir seorang bocah, tepat di bawah kembang api Vienna, malam sebelum dia menghilang tanpa jejak. Sampai akhirnya mereka dipertemukan kembali, di antara rak-rak sunyi sebuah perpustakaan. Dan segalanya terasa seperti jawaban dari pertanyaan yang sudah terlalu lama menggantung. Tapi tidak semua jawaban membawa kebenaran. Dan tidak semua yang kembali benar-benar pernah pergi. Esther baru akan menyadari itu ketika sudah terlambat. "Tentu saja banyak yang berubah. Ini sudah dua belas tahun berlalu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines