Black Magic

Black Magic

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 10, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Enemies to Lovers
Marriage and Divorce
Contract Relationship
Menyerahkan malam pertamanya pada seorang pria asing adalah kesalahan terbesar dalam hidup Janita. Namun, menyadari siapa pria itu di pagi harinya adalah mimpi buruk yang menghancurkan seluruh rencana hidupnya. ​Janita mendedikasikan seluruh waktunya untuk merayap naik di Pramdia Land demi satu tujuan, yakni menghancurkan Djakfar Pramdia, pria yang membuat ayahnya bunuh diri. Semua skenario dendamnya sudah sempurna. Sampai akhirnya, sebuah forum elit mempertemukannya dengan sosok pria karismatik yang memikatnya ke atas ranjang. ​Janita mengira putra tunggal musuhnya masih menetap di luar negeri. Ia salah besar. Pria karismatik yang menghabiskan malam bersamanya bukanlah sekadar orang asing. Dia adalah sang pewaris tunggal kerajaan Pramdia Land. Anak kandung dari iblis yang ingin Janita hancurkan. Kavian Pram Gautama. Kini Janita terbangun dalam jebakan takdir. Bagaimana bisa ia melanjutkan pembalasan darahnya, ketika pria yang harus ia tumbangkan justru menjadi satu-satunya sosok yang kini mengikat napas dan hatinya?
All Rights Reserved
#1
enemystolovers
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EINSTEIN [END]
  • Círculo del Destino
  • The Last Yes!
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Mulih (END)
  • Sweetly Tied

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines