sebaik takdir

sebaik takdir

  • WpView
    Bacaan 599
  • WpVote
    Undian 108
  • WpPart
    Bahagian 9
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Jum, Sep 4, 2026
WpInfo
Fiksyen
Romantika
Percintaan Takdir
Kolej dan Universiti
Pengakhiran yang Bahagia
Tidak semua takdir datang sesuai dengan doa yang kita panjatkan. Ada yang lebih dulu menghadirkan luka, agar kita mampu menghargai bahagia yang telah Allah siapkan. "Irsyad Azzam Alfatih, dosen muda Pendidikan Agama Islam berusia dua puluh lima tahun, telah mempersiapkan hari pernikahannya dengan penuh keyakinan. Baginya, pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan menyempurnakan separuh agama. Namun, beberapa hari sebelum akad terlaksana, takdir justru membawanya pada kenyataan yang tak pernah ia bayangkan. Perempuan yang akan dinikahinya memilih pergi bersama laki-laki lain. Di tengah kekacauan yang nyaris menghancurkan dua keluarga, sebuah keputusan yang tak pernah terlintas akhirnya diambil. Adik dari calon pengantinnya... Menjadi perempuan yang berdiri di hadapan penghulu menggantikan sang kakak. Pernikahan yang diawali tanpa cinta, Dua hati yang sama-sama dipaksa menerima keadaan. Mampukah mereka menemukan kebahagiaan di balik takdir yang tak pernah mereka pilih.? Ataukah... Allah memang telah menuliskan bahwa sebaik-baik takdir, sering kali datang melalui jalan yang paling menyakitkan?
Hak Cipta Terpelihara
#8
doa
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

Anda juga mungkin menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • EINSTEIN [END]
  • Círculo del Destino
  • Sweetly Tied
  • Mulih (END)
  • Oneshoot touch me ❗

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi