Mereka bilang jangan buka pintu nomor sebelas.
Tapi peringatan itu datang terlambat.
Novan dan Rama hanya ingin mendaki gunung. Satu malam di penginapan lereng gunung, lalu esok pagi mereka melanjutkan perjalanan. Sederhana. Tidak ada yang istimewa.
Sampai mereka sampai di Wisma Gunung Indah.
Di ujung lorong yang gelap, ada satu pintu berbeda. Pintu nomor sebelas. Terkunci. Terbengkalai. Semua penghuni seolah sepakat untuk tidak membicarakannya.
Tapi Novan penasaran.
Malam itu, dia mendengar suara dari balik pintu. Sebuah bisikan. Sebuah permintaan tolong. Dan tanpa berpikir panjang, dia membukanya.
Sejak saat itu, wisma tidak pernah sama.
Bayangan muncul tanpa sumber. Suara berbisik di telinga saat tidak ada siapa pun. Lorong yang seharusnya pendek terasa panjang tak berujung. Penghuni lain mulai menghilang satu per satu. Dan setiap malam, Novan selalu merasakan sesuatu berdiri di samping tempat tidurnya.
Hanya tukang kebun tua yang memperingatkan.
"Ada sesuatu yang menunggu di kamar sebelas."
Novan tidak mengerti apa yang terjadi. Mengapa dia selalu merasa diawasi. Mengapa suara-suara itu tidak pernah berhenti. Mengapa kamar sebelas selalu menariknya kembali, meskipus tubuhnya berteriak untuk lari.
Dia hanya ingin selamat sampai pagi.
Tapi malam di Wisma Gunung Indah tidak pernah berakhir.
Yang lebih mengerikan?
Novan mulai menyadari bahwa semua yang terjadi bukan sekadar mimpi buruk.
Dan di balik semua teror itu, ada satu kebenaran yang menunggu.
---
Wisma Gunung Indah.
Pintu nomor sebelas.
Jangan buka.
Karena apa pun yang keluar dari sana, tidak akan pernah pergi.
---
Genre: Horor Psikologis | Misteri | Thriller
All Rights Reserved