We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
hwanbby: berondong gila

hwanbby: berondong gila

  • WpView
    Reads 762
  • WpVote
    Votes 87
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 20, 2026
WpInfo
Fanfic
TREASURE
dikejar berondong sampe manfaatin lewat kakak yang disukainnya? gila sih. kali ini, doyoung ngalamin sendirii ternyata dikejar berondong itu se-menyeramkan itu, tapi ada nikmat-nikmatnyaa. banyak malah. minusnya banyak mau. living together lah, ngelonin tiap malem lah, sehari juga bisa sampe lebih dari 3 kali anuan. ngerti kan? masa gak ngerti. doyoung awalnya ga ngira dia ditandain berondong ganas ini dari lama, but berondong ini cepet cepet bikin strategi yang ternyata approved wkwk siapa sangka malah doyoung yang kecintaan? diawali taruhann berkahir sering saut-sautan desahan. gila sih... ngeri-ngeri sedepp ahaha MASUK AJA, GUA GABISA BIKIN DESKRIPSI PANJANG AMAT😭
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KERSA NARENDRA
  • Love me or die
  • Given || Ju Jihoon
  • Journey
  • I'm Not Just a Figuran
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • ENEMY [Keonhyeon]
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • Cupiditas Vitae [END]
  • Rewriting The Villain (END)

Lengkara Nara hanya menginginkan gelar sarjana sejarah, bukan terjebak dalam labirin tradisi yang mencekik. Namun, saat ia melangkah masuk ke Keraton Wilwatikta Dwipa, ia menyadari bahwa sejarah bukan sekadar deretan angka tahun, melainkan sesuatu yang bernapas dan menuntut tumbal. Di sana, ia bertemu Prabu Narendra Dananjaya sang penguasa sedingin es yang menyembunyikan luka di balik kewibawaannya. Di antara intrik paviliun para istri dan rahasia naskah kuno yang berdebu, Kara mulai menyadari bahwa ia bukan sekadar tamu. Ada kutukan yang menanti, dan ada rasa yang dilarang untuk tumbuh. Saat logika mulai kalah oleh rasa, sanggupkah Kara memecahkan teka-teki Sang Prabu sebelum keraton menelannya bulat-bulat?

More details
WpActionLinkContent Guidelines