We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
gairah di pesantren

gairah di pesantren

  • WpView
    Reads 167
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 16, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dark Fantasy
High Fantasy
Di Pesantren Ar-Rahman, Ustadz Raihan, seorang santri berprestasi, kembali ke pondok sebagai ustadz baru untuk khidmah satu tahun. Awalnya penuh amanah, ia perlahan terjerumus ke dalam dunia nafsu tersembunyi. Hubungannya dengan Ustadzah Layla yang bercadar alim berubah menjadi perselingkuhan panas di perpustakaan dan kelas kosong. Tak lama, Ustadzah Salwa yang montok, Ustadzah Hana yang manis, Ustadzah Fathiya yang pendiam, dan Ustadzah Hanifa ikut larut dalam permainan gelap yang sama. Santri senior seperti Ahmad, Fahri, dan yang lain menjadi pasangan rahasia mereka. Meski Kyai sering mengingatkan tentang zina, nafsu justru semakin menyebar di setiap sudut pondok - dari kamar mandi, gudang, hingga belakang pohon. Rahasia demi rahasia terjalin, hingga pondok yang suci berubah menjadi sarang kenikmatan terlarang yang tak pernah berakhir.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Unwritten Lady
  • The Duke's Red String (END)
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • The Silent Bloom [END]
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • A Family of Villains
  • I Became the Villain's Nursemaid
  • Sin of The Villainess
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines