Take My Hand, Lead Me Home

Take My Hand, Lead Me Home

  • WpView
    Lecturas 743
  • WpVote
    Votos 88
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, ago 26, 2026
WpInfo
Ficción
Temas Sociales
Enfermedad
Coming of Age
Duelo y Pérdida
Setelah sang mama meninggal, Noah Areksa Regantara tak lagi punya tempat untuk pulang. Rumah yang kala itu berhias tawa sekarang justru menjadi sebab segala kesakitan itu datang. Papanya memilih menikah lagi saat Noah masih belajar berteman dengan kehilangan, pengabaian, dan rasa sakit yang datang tanpa peringatan. Setiap serangan membuatnya mendorongnya mati perlahan. Namun anehnya, tak seorang pun mampu memberi penjelasan. Beruntung, Noah masih memiliki lima sahabat yang tak pernah lelah menariknya kembali ketika dia hampir tenggelam. Hadir pula seorang gadis yang tetap memeluknya saat dia kehilangan alasan untuk bertahan. Sanggupkah mereka tetap menggenggam tangannya, saat Noah sendiri mulai menyerah pada hidup yang tak lagi bersikap ramah?
Todos los derechos reservados
#486
sicklit
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Lysander Lowell De Villiers
  • Ritual Rasa
  • Sastru Pinanganten
  • ONESHOOT [BP]
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Wismatama
  • na ja [END]
  • Jadi Anak Haram?
  • ELION
  • Luk Telu Belas

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido