ANTOLOGI EMPAT MUSIM
"Beberapa cerita memang tidak dirancang untuk memiliki akhir yang sempurna. Antologi ini adalah catatan tentang musim-musim yang membuatku tumbuh. Tentang sebuah kunci yang kutitipkan pada tangan yang salah, dan tentang keberanian untuk berjalan pulang saat garis finis sudah di depan mata."
Bagi seorang mahasiswi Informatika yang hidupnya penuh dengan variabel pasti, perasaan adalah anomali yang paling sulit dihitung. Dinding yang kubangun setinggi langit ternyata luruh perlahan oleh perhatian-perhatian kecil yang tulus. Namun, apakah logika cukup kuat untuk bertahan saat badai masa lalu datang menghantam?
Ini bukan hanya soal cinta, ini soal bagaimana aku menemukan kembali diriku di bawah langit yang sama.
Let's grow together.
- Tera