KERIS
  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Fri, Aug 21, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Mystery
Horror
Ayahnya bukan sekadar menyimpan sebuah pusaka. Selama puluhan tahun, keluarganya menjaga sesuatu yang tidak boleh ditemukan manusia. Setelah kematian ayahnya dan menghilangnya sang ibu, Raka kembali ke rumah tua keluarganya. Di sana, ia menemukan sebuah keris yang seharusnya tidak pernah ia sentuh. Namun keris itu mengenal namanya. Dan sejak malam itu, sesuatu yang selama puluhan tahun tersembunyi mulai terbangun. Sebuah warisan. Sebuah rahasia. Dan sebuah kegelapan yang seharusnya tidak pernah terusik. KERIS Bagian pertama dari NUSANTARA ARCANA.
All Rights Reserved
#3
pusaka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Aveline Beyond Her Fate
  • "Transmigrasi Menjadi Kasim? Sistem Memaksaku Melahirkan Sepuluh Pangeran!"
  • Sin of The Villainess
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • A Family of Villains
  • My First Life, Rewritten

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines