AND I HOPE IT MEANT SOMETHING TO YA

AND I HOPE IT MEANT SOMETHING TO YA

  • WpView
    Leituras 13
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, ago 17, 2026
WpInfo
Ficção
Romance
Dark Romance
Cotidiano (Slice of Life)
Segunda Chance
Mereka bahkan tidak seharusnya saling mengenal. Pertemuan pertama mereka hanya sebatas tatapan singkat di sebuah bar-tanpa nama, tanpa sapaan, tanpa alasan untuk mengingat satu sama lain. Namun beberapa bulan kemudian, mereka kembali dipertemukan dengan cara yang sama sekali tidak direncanakan. Lisette tidak pernah menyangka bahwa seorang laki-laki yang awalnya hanya ia anggap sebagai orang asing akan perlahan menjadi bagian dari hari-harinya. Percakapan yang awalnya hanya beberapa menit berubah menjadi berjam-jam. Kopi sore berubah menjadi makan malam. Jalan-jalan tanpa tujuan menjadi sesuatu yang diam-diam mereka tunggu. Mereka saling mengenal, saling menghibur, saling menggoda, dan menemukan kenyamanan yang terlalu mudah untuk sesuatu yang seharusnya sederhana. Namun sejak awal, Gareth sudah memberikan satu batas. Ia tidak ingin hubungan. Tidak ada pacaran. Tidak ada janji. Tidak ada harapan untuk menjadi sepasang kekasih. Lisette tahu itu. Dan mungkin karena itulah ia tidak pernah bertanya sebenarnya apa yang mereka jalani. Mereka hanya membiarkan semuanya mengalir. Hari demi hari. Bulan demi bulan. Hampir dua tahun. Di antara panggilan tengah malam, pesan-pesan sederhana, kopi yang selalu terasa lebih lama dari seharusnya, dan kata-kata manis yang seharusnya tidak pernah berarti apa-apa, sebuah perasaan tumbuh tanpa pernah meminta izin. Tetapi bagaimana jika sesuatu yang tidak pernah memiliki nama tetap bisa meninggalkan luka? Dan ketika akhirnya mereka memilih jalan masing-masing, Lisette hanya memiliki satu pertanyaan yang tidak pernah benar-benar hilang. Jika pada akhirnya mereka memang bukan apa-apa, apakah selama itu semuanya pernah berarti sesuatu bagi Gareth? Some people are meant to stay. Some are only meant to become a memory. And some... are the ones we never stop wondering about.
Creative Commons (CC) Atribuição
#66
friendzone
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Mas Bupati
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+] END
  • Clause of Us
  • A Matchmaker's Quest [END]
  • Night Calls
  • Círculo del Destino
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Under The Authority Of Senopati

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo