⚠️18+ Warning | Violence, manipulation, blood, mental problems ⚠️
🚫 NO ROMANCE/BUKAN CERITA ROMANSA 🚫
---
Dayn menyalakan korek api di bawah punggung tangan Luor, mengujinya. Normalnya, manusia akan panik, berusaha memberontak, melarikan diri dari ancaman atas dasar insting bertahan. Namun, Luor tak melawan.
Tubuhnya mengejang, keringat dingin bersimbah bersamaan dengan rasa sakit yang menyebar di seluruh sistem sarafnya. Tapi ia tidak memalingkan wajah. Mata sayunya yang memerah tidak menangis. Hanya membalas dengan tatapan kosong yang muak.
"Sakit?" Bisik Dayn dingin.
Luor kepayahan, namun tersenyum menantang di tengah ringisannya. "Tidak sesakit kau yang berjuang sampai mati tapi tetap tak dipedulikan oleh keluarga hebatmu."
---
Di mata semua orang, Dayn Travies adalah definisi kesempurnaan. Ketua OSIS karismatik, murid teladan juara paralel, dan sosok yang punya disiplin dan kendali diri tinggi. Ditambah asalnya dari keluarga Travies yang terpandang dan disegani di dunia akademik.
Namun, semua itu hanyalah topeng yang ia rawat dengan ketelitian untuk menyembunyikan jiwa yang haus akan pengakuan.
Topeng yang tak berguna di depan Luor Deventine. Anak yang jiwanya sudah terlanjur mati rasa dan lelah dengan dunia.
Normalnya, saat disakiti, manusia melindungi diri. Namun saat gerombolan pem-bully menghajar Luor di sekolah, ia hanya menerima pukulan dan tendangan dengan kepasrahan yang tak waras.
Rasa penasaran Dayn muncul saat melihat Luor, memicunya untuk bereksperimen, mencari batas di mana insting manusia Luor akan muncul.
Dayn memang dapat menyakiti fisik Luor separah apapun, tapi tidak pernah benar-benar bisa menyakiti jiwanya. Dan hanya Luor yang mampu membuatnya lepas kendali hanya dengan kata-kata.
Di antara lebam tubuh, luka dan dua butir pil antinyeri yang ditukar tanpa kata di tengah malam, kesadaran tumbuh di antara mereka : mereka saling membunuh luka satu sama lain. Menjadi penyebab satu sama lain bertahan.
---
All Rights Reserved