We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Missing Pieces - qiwen

Missing Pieces - qiwen

  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 18, 2026
WpInfo
Fanfic
Satu malam di pesta reuni kampus mengubah segalanya. Berada di titik terendah akibat patah hati dan dighosting, Qihan dan Bowen terjebak dalam kesalahpahaman yang tak disengaja. Di bawah pekatnya kegelapan, dua jiwa yang terluka saling menenggelamkan diri. Saat fajar menyingsing, Bowen kabur membawa rasa malu dan ketakutan ke luar negeri, meninggalkan Qihan yang terbangun sendirian-hanya menemukan sebuah kalung perak yang tersangkut di sprei.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Rewriting The Villain (END)
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • ENEMY [Keonhyeon]
  • Journey
  • KERSA NARENDRA
  • Cupiditas Vitae [END]
  • Given || Ju Jihoon
  • I'm Not Just a Figuran

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines