Putri Suku Eldoria

Putri Suku Eldoria

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Tue, Aug 18, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Magical Kingdoms
Ancient Civilizations
Fairy Tales and Mythology
Suku Eldoria pernah hidup makmur berkat pusaka kristal teratai biru, sebelum pengkhianatan dan sihir hitam penyihir jahat merenggut segalanya. Berpuluh-puluh tahun dalam persembunyian, sebuah melodi rahasia dan liontin yang redup akhirnya diwariskan kepada cucu oleh Sang Nenek Buyut sebelum wafat. Dibimbing oleh nyanyian kuno dan seekor Harimau Purba Penjaga Rimba, gadis kecil menembus hutan terlarang untuk menemukan sisa-sisa Suku Eldoria yang terasing dan menderita. Namun, menyembuhkan mereka barulah permulaan. Untuk melindungi suku dari kebangkitan Sang Penyihir Hitam, gadis kecil itu harus menembus Gua Asteria dan menyatukan tiga kristal elemen sakral. Mampukah ketulusan hati mengalahkan ketamakan ilmu hitam yang mengincar keabadian?
All Rights Reserved
#31
pelarian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Sin of The Villainess
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • The Silent Bloom [END]
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • The Duke's Red String (Lengkap - Pre Order)
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • The Vampire's Sacred Fate
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • My First Life, Rewritten

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines