Di sekolah ada tradisi tidak resmi: "Kalau ada yang menyatakan perasaan di koridor lapangan basket saat matahari terbenam sebelum kelulusan, hubungan mereka akan bertahan lama." Awalnya, Keano si ketua tim basket menertawakan mitos itu karna berpikir itu hanyalah khayalan. Dan Sean ketua OSIS bahkan menganggap itu tidak masuk akal. Masalahnya? Mereka tidak pernah saling kenal. Sampai sebuah bola basket nyasar dan menghancurkan tembok dingin di antara mereka. Namun, setelah berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun mereka saling mengenal. Yang saling denial. Yang saling pura-pura tidak peduli. Mereka menelan ludah mereka sendiri. Di hari sebelum kelulusan, Keano tiba-tiba mengajak Sean ke lapangan basket ketika suasana sudah sepi. Disanalah ia mengungkapkan perasaannya, bukan karena percaya mitos, melainkan karena tempat itu menjadi saksi bagaimana hubungan mereka yang berawal dari tak sengaja menyelamatkan dari bola bahkan nyaris tak pernah berinteraksi menjadi orang yang berarti satu sama lain.
Más detalles