The Things We Didn't Plan

The Things We Didn't Plan

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 19, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
Alana tidak pernah punya kemewahan untuk hidup tanpa rencana. Di usia dua puluh empat, hidupnya sudah dipenuhi pekerjaan, kuliah, tagihan, keluarga, dan daftar panjang hal yang harus diselesaikan sebelum dirinya boleh merasa lelah. Sampai suatu akhir pekan, seorang laki-laki bernama Baskara datang ke tempat ia bekerja. Baskara sembilan tahun lebih tua darinya. Seorang profesional HSE yang hidupnya juga dipenuhi pekerjaan, site visit, tanggung jawab, dan jadwal yang nyaris tidak mengenal kata kosong. Mereka seharusnya hanya menjadi dua orang yang kebetulan bertemu. Tapi satu pertemuan berubah menjadi percakapan. Percakapan berubah menjadi kebiasaan. Kebiasaan berubah menjadi sesuatu yang tidak lagi bisa mereka sebut kebetulan. Di tengah ambisi Alana mengejar karier, masalah keluarga, tuntutan pekerjaan, dan segala sesuatu yang tidak pernah berjalan sesuai rencana, Baskara perlahan menjadi seseorang yang terlalu penting untuk diabaikan. Karena ternyata, jatuh cinta bukan bagian dari rencana hidup Alana. Dan mungkin, justru itu masalahnya. Sometimes, the things we never planned become the things we never want to lose.
All Rights Reserved
#709
adultromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Married, Whatever!
  • Rayuan Manis Wanita Gila
  • Jalan Pulang
  • YANG SUDAH PERGI
  • Lempung Hati
  • Just Only Married [TAMAT]
  • Narasi Sendu
  • Memeluk Sagara
  • ORANG ASING
  • Stranger In My Eyes | RE-PUBLISHED

21+ Kania, perempuan datar yang menikah demi tak perlu repot bekerja atau ditanya masa depan, tidak pernah menagih kesetiaan. Dan Lukas, suami dengan wajah malaikat dan moral bau neraka, tidak pernah berusaha berpura-pura setia. Dua bulan sejak ijab kabul, Lukas masih sibuk meniduri perempuan berbeda di mana saja: kadang di hotel, kadang di pesawat, kadang... di dalam rumah mereka. Kania tahu. Kania dengar. Kania lihat. Tapi tak ada amarah. Hanya tatapan datar dan langkah yang terus berjalan. Bagi Lukas, itu hal biasa. Sampai suatu malam Kania bangun, mendengar semuanya, lalu melewatinya tanpa sekalipun menoleh. Dan justru di titik itu untuk pertama kalinya, ego Lukas terusik. Karena mungkin lebih mengerikan punya istri yang marah... daripada punya istri yang benar-benar tidak peduli.

More details
WpActionLinkContent Guidelines