"Mahen, kamu mau tau nggak alasan bapak julukin kalian sebagai Seven Dreams?"
"Emangnya kenapa, Bun? Bukannya kita ini emang tujuh bersaudara?"
Bunda Ayu terkekeh mendengar pertanyaan anak sulungnya itu. "Alasannya jauh dari pada itu."
"Dulu, bapak selalu bermimpi untuk punya anak. Sebelum bapak pergi, bapak nitipin anak-anaknya ke Bunda... Dan kini, ketujuh anaknya sudah tumbuh begitu dewasa, hebat, dan istimewa," tangannya dengan gemulai mengelus surai hitam Mahen.
"Makanya bapak menyebut kalian Seven Dreams. Tujuh anak yang lahir dari satu mimpi yang sama."
Seketika, Mahen memeluk tubuh bunda di bawah rentangan kedua tangannya. Didengarnya sang bunda berbisik lembut:
"Kali ini, bunda nitipin adik-adik ke Bang Mahen, ya? Jaga diri kamu dan mereka baik baik."
"Baik, Bunda."
☁️ ☀️ ☁️
rank:
#3 in nctdream (30/08/2026)
- ff pertama author, saran dan kritik sangat diharapkan dari para readers
- update tiap Rabu dan Sabtu doang; kalo libur akhir semester baru kencang updatenya
- ⚠️ harsh words
- bukan lapak bxb!!
start: 22 Agustus 2026
end: ?
All Rights Reserved