Delapan orang. Tujuh di antaranya selalu saling menemukan. Satu sisanya selalu pandai menemukan mereka. Carmen tidak pernah keberatan berjalan paling belakang. Hingga suatu hari ia sadar, tak ada seorang pun yang pernah menoleh untuk memastikan ia masih mengikuti. Di sebuah persahabatan yang dipenuhi tawa, Carmen mulai menyadari bahwa menjadi orang yang selalu ada tidak lantas membuatmu menjadi orang yang selalu dicari. Dan barangkali, luka yang paling sunyi bukanlah ketika seseorang meninggalkanmu. Melainkan ketika kau tetap tinggal tetapi tak pernah benar-benar merasa menjadi bagian dari rumah itu.
More details