Tutorial Memboikot Rasa?

Tutorial Memboikot Rasa?

  • WpView
    Reads 169
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 8, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Mental Health and Neurodiverse
Family Life
Growth and Self-Discovery
"Menurut kalian, nilai itu apa? "Sebuah kata kah?" "Rangkaian huruf kah?" "Atau suatu hal yang menuntutmu untuk selalu menurut?" Bagi Raka Bayusetra, nilai adalah keseharusan yang telah diatur oleh sosial. Terbiasa menelan asa membuat Raka tumbuh menjadi manusia yang lupa bagaimana cara merasa. Baginya, emosi hanyalah gangguan yang tidak berarti. Semuanya berjalan seperti itu. Membosankan seperti biasa. Sampai akhirnya, asumsi itu terpatahkan oleh warna warna yang menyusup ke dalam hidupnya. Kehadiran Maya Kirana membuatnya perlahan mengenal rasa kembali. Berjumpa dengan remaja pelupa pembawa surat membuatnya tergerak kembali. Kehadiran mereka perlahan menenun kembali serpihan warna emosi Raka yang sempat hilang. Namun, asa yang telah tertelan sulit kembali. Menemukan lagi asa berarti merangkai lagi cerita-cerita lama yang telah usang. Bersama Maya dan remaja pelupa, Raka perlahan menata satu demi satu kepingan kisah antartiga generasi. Sanggupkah mereka mengurai benang merah takdir yang menjerat ini, ataukah peduli itu memang sejak awal tidak pernah ada? ⚠️ TRIGGER WARNING ⚠️ Mental health, suicide, depresi, trauma, death, self harm, panic attack, dan mental issue. Perhatikan warning-nya ya sebelum lanjut baca 🤍
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ​Adopted? (I Wish) [END]
  • (BL) The Emperor's Favorite Consort Changed Souls《暴君宠妃竟然换了芯子》END
  • Ritual Rasa
  • The Pinky Boy
  • (BL) Political Hostage Becomes the Emperor's Male Consort《质子为妃》
  • Transmigrasi  Ren
  • PROYEK SATU TAHUN
  • Lysander Lowell De Villiers
  • REGAN's Crazy Wife
  • Sastru Pinanganten

Bagi orang lain, perempatan lampu merah adalah tempat persinggahan sementara. Namun bagi Nara, bocah 16 tahun dengan pipi bulat dan celotehan tanpa henti, jalanan keras dan cambukan takdir adalah satu-satunya rumah yang ia kenal. Di balik senyum bahagianya yang mampu meluluhkan siapa saja dan ocehan ajaibnya yang tak pernah habis, Nara menyembunyikan memar di tubuh serta ketakutan akan malam yang selalu membawa siksaan. Satu-satunya hal yang membuat bocah mungil ini tetap bertahan adalah impian kecilnya, mempunyai keluarga yang hangat dan mau memeluknya. Hingga suatu hari, sebuah takdir mempertemukannya dengan Dhiar-putra tunggal keluarga Adhyastha yang dingin, kaku, dan membenci kebisingan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines