Nara tidak pernah menyangka bahwa sebuah ruang radio tua di lantai paling atas sekolah akan mengubah hidupnya.
Di ruangan yang seharusnya sudah tidak digunakan itu, ia menemukan sebuah alat perekam berisi suara seorang laki-laki misterius. Ia tidak tahu nama, wajah, atau kelasnya. Yang ia tahu, laki-laki itu memiliki aturan sederhana: jangan pernah mencari tahu siapa dirinya.
Alih-alih pergi, Nara justru membalas rekaman tersebut.
Sejak saat itu, keduanya mulai saling berbicara melalui rekaman suara. Mereka menceritakan ketakutan, rahasia, luka, dan impian yang tidak pernah sanggup mereka ceritakan kepada orang lain. Tanpa pernah bertemu, hubungan mereka perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam.
Nara mulai jatuh cinta kepada seseorang yang bahkan tidak ia kenal wajahnya.
Namun ketika rasa penasaran membuatnya mencoba mencari identitas laki-laki tersebut, semuanya berubah.
Sebuah rekaman baru tiba-tiba menyebut nama Nara dan memperingatkannya untuk tidak mempercayai Dimas, teman sekolah yang selama ini diam-diam juga mencari sosok misterius di balik rekaman itu.
Semakin Nara mencari jawaban, semakin banyak rahasia yang terungkap.
Siapa sebenarnya pemilik suara tersebut?
Mengapa ia mengetahui nama Nara?
Apa hubungan Dimas dengan semua ini?
Dan yang paling penting-apakah seseorang bisa benar-benar mencintai orang lain hanya dari suara, tanpa pernah mengetahui siapa dirinya?
Di antara rahasia, rekaman suara, persahabatan, dan perasaan yang tumbuh tanpa direncanakan, Nara harus memilih:
tetap percaya pada suara yang membuatnya merasa dimengerti, atau mencari kebenaran yang mungkin menghancurkan semuanya.
All Rights Reserved