The Quiet Things That Saved Me

The Quiet Things That Saved Me

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 20, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Pernah ada masa ketika bertahan terasa seperti satu-satunya hal yang bisa kulakukan. Ada hari-hari ketika hal-hal kecil terasa begitu berat, sampai aku tidak tahu harus berjalan ke mana atau seberapa jauh lagi aku mampu melangkah.Tapi ternyata, aku tidak sampai di sini sendirian. Ada diriku sendiri yang tetap memilih untuk bertahan, ada keluarga, teman-teman, musik, tawa, percakapan sederhana, dan hal-hal kecil yang mungkin terlihat biasa bagi orang lain, tetapi diam-diam punya arti besar bagiku. Tanpa kusadari, semuanya menjadi bagian dari alasan mengapa aku masih ada di titik ini. Dan sampai sekarang, aku masih berjalan. Masih mencari, masih belajar mengenal diriku sendiri, dan masih penasaran dengan apa yang menunggu di depan. Mungkin aku belum tahu akan sampai di mana, tapi untuk sekarang, aku ingin terus melangkah dan melihat ke mana perjalanan ini membawaku.
All Rights Reserved
#749
lagu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • The Adiputra Family
  • A Family of Villains
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Sin of The Villainess
  • I'm the male lead's wife? [TERBIT!]
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Aveline Beyond Her Fate

⚠️UPDATE SETIAP HARI SELASA DAN JUM'AT ⚠️ Dibuang ke tanah beracun Obsidia oleh tunangan sendiri, Valeriana von Rosier divonis mati dalam setahun akibat jantung yang rusak. Tapi bagi mantan dokter bedah gila kerja ini, Obsidia bukan tempat pembuangan. Itu adalah Tambang Emas. Udara beracun? Kita jual kubah Oksigen. Lumpur panas mematikan? Kita kemas jadi Skincare Mewah seharga puluhan emas. Kastil hantu? Kita ubah jadi Resort Bintang Lima. Hanya satu masalahnya: Penjaga kastil itu bukan manusia. Dia adalah Kieran, Pangeran Iblis yang bisa menghancurkan satu benua dengan jentikan jari. Namun, alih-alih takut, Valeriana menyodorkan kontrak kerja. "Jadilah Butler-ku, Tuan Iblis. Dan aku akan memberimu tontonan paling mahal: Kehancuran orang-orang yang membuang kita." Masalahnya, Kieran tidak hanya menginginkan uang atau tontonan. Dia mulai menginginkan jantung Valeriana. Secara harfiah... dan kiasan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines