My Husband's Father

My Husband's Father

  • WpView
    Reads 60,921
  • WpVote
    Votes 578
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Sep 28, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
High Fantasy
Dark Fantasy
Romance
SUDAH END ------------------------- Malam itu seharusnya tidak pernah terjadi. Nadira tahu itu. Sejak pertama kali dia menginjakkan kaki di rumah keluarga Wiratama, dia sudah tahu satu hal yang tidak boleh dia lakukan: jangan pernah melihat Adinata Wiratama sebagai seorang laki-laki. Dia adalah ayah mertuanya. Suami dari perempuan yang selama ini memperlakukannya seperti anak sendiri. Dan ayah dari pria yang telah mengucapkan janji untuk mencintainya seumur hidup. Seharusnya sesederhana itu. Namun, malam ini, ketika seluruh rumah telah sunyi, Nadira berdiri di depan pintu ruang kerja Adinata dengan jantung yang berdetak terlalu cepat.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Transmigrasi Menjadi Seorang Figuran (TAMAT)
  • Sin of The Villainess
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Rumah Untuk Sang Tiran (Tahap Revisi)
  • A Family of Villains
  • The Duke's Red String (Lengkap - Pre Order)
  • EVAELGA: OBSESI BRONDONG
  • ROSALINE - I will be The Real Antagonist

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines