Badai di sekolah sudah reda. Genta pergi. Kebenaran sudah bersuara. Tapi bagi Langit Alvarino Hamengkuwadana, ketenangan itu hanya jeda-bukan akhir.
Sebuah peringatan dari masa lalunya masih menggantung di udara: jika mereka mengirim eksekutor, bukan pengawas, kau tak akan siap.
Untuk pertama kalinya, Langit memilih tidak menunggu ancaman itu datang. Ia melangkah masuk ke dunia yang selama ini hanya ia lihat dari luar-menjadi calon penjaga khusus keluarga Irene, di bawah bimbingan Regan, demi satu alasan yang tak pernah ia ucapkan lantang: melindungi orang-orang yang mulai ia sebut rumah.
Di sanalah ia bertemu Alexander Dominic Irene, kakek Kathrina yang ternyata menyimpan jaringan intelijen sendiri sejak putra dan menantunya-orang tua Kathrina-tewas dalam serangan misterius bertahun-tahun lalu. Ia juga berhadapan dengan Stephanie Pricilla, kakak pertama Kathrina yang dingin, protektif, dan tak percaya begitu saja pada orang asing yang tiba-tiba dekat dengan adiknya.
Namun semakin dalam Langit melangkah, semakin banyak ingatan lama yang terbangun-ingatan tentang hutan, tentang kecelakaan pesawat yang merenggut orang tuanya, tentang seseorang yang menemukannya di reruntuhan itu dan membawanya ke tempat yang tak pernah tercatat di peta mana pun.
Sebuah kamp. Sebuah sistem yang tak menciptakan tentara-melainkan senjata yang tak lagi takut mati.
Di sanalah nama Langit menghilang, digantikan oleh kode: xxA. Yang termuda, namun yang paling mematikan. Pemimpin dari sepuluh anak yang tak pernah tahu nama asli satu sama lain-hanya kode: xxA hingga xxJ. Ikatan yang lahir dari penderitaan yang sama, dibentuk oleh sistem yang sama, dan kini, satu per satu, mulai muncul kembali ke dalam hidupnya.
Dan ketika benang merah antara kamp yang membentuknya dan serangan yang merenggut orang tua Kathrina mulai terlihat, Langit harus memilih: menjadi Langit yang mencoba hidup normal, atau menjadi xxA yang dilatih untuk tidak pernah berhenti sampai misi selesai-bahkan jika itu berar
Tutti i diritti riservati