A Cup of Reaction

A Cup of Reaction

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 11 hours ago
WpInfo
Fiction
Romance
Romantic Comedy
College and University
| Campus Life 1.5 | *** Usai patah hati karena dianggap sebagai second choice oleh tambatan hatinya, Chinta memilih menyibukkan diri di laboratorium di kala senggang dari jam perkuliahannya. Berharap dengan berbagai kegiatan yang dilakukannya membuat dirinya terbebas dari rasa bersalah karena telah menyukai laki-laki yang sudah berpawang, dan tenang dari semrawut kisah percintaan yang hanya menjadi mimpi belaka baginya. Namun, bukannya tenang, ia justru dihadapkan dengan dua laki-laki yang bersiap mengetuk pintu hatinya. Dua laki-laki yang siap menyembuhkan sebuah penyakit yang bernama 'patah hati' yang sedang diidap oleh Chinta. Lantas akankah Chinta tergerak untuk membuka hatinya dan memilih salah satu di antara mereka? Atau justru memilih menutup rapat hatinya yang pernah tergores akan luka yang membuat trauma terhadap kisah romantis tersebut? *** Note: • Cerita dapat dibaca terpisah dengan 'Lombok Series' yang lain. • Dilarang plagiat! • Update setiap hari. Start : 16.09.26 Finish :
All Rights Reserved
#19
straykids
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AGAM [terbit]
  • AURELLIA; Antagonist Girl [END]
  • [✔] 1. DEAR J
  • THEORUZ
  • It's My Destiny
  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • ANTARES
  • GALAKSA [End/Terbit]
  • ARLAN

Mari follow terlebih dahulu 💋 *** Leyla termangu sesaat. Sebuah pistol di todongkan tepat di keningnya. "Masih mau bermain-main, hm?" Yang di tanya pun menggeleng cepat. "Berikan senjata itu!" Perintah Agam. Dengan patuh Leyla mengeluarkan pistol tersebut dari dalam tas. Ia tidak langsung memberikan senjata itu pada pria menyeramkan ini. Entah keberanian dari mana, Leyla malah balik menodongkan pistol itu ke arah Agam. Dorr Satu peluru lolos mengenai dada Agam. Bukannya kesakitan, ia malah terkekeh membuat Leyla kebingungan. "Gadis bodoh!" Dengan gerakan cepat diambilnya senjata itu dari tangan gadis tersebut. "Masih mau bermain-main ternyata," ucap Agam menampilkan senyum smirk nya. Leyla sendiri sudah tak sadarkan diri akibat aksi bodohnya barusan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines