After The Wound

After The Wound

  • WpView
    Membaca 61
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Sep 7, 2026
WpInfo
Fiksi Penggemar
BTS
Alternate Universe (AU)
Karakter Asli (OC)
K-pop
After the Wound Dua tahun lalu, Yeona kehilangan sesuatu yang tak pernah bisa ia gantikan. Dulu, ia adalah pianis berbakat di New York. Kini, bahkan menyentuh tuts piano mampu menyeretnya kembali pada malam yang mati-matian ingin ia lupakan. Jungkook tetap berada di sisinya selama dua tahun penuh-tanpa pernah menuntut apa yang tak mampu Yeona berikan, dan tanpa pergi ketika Yeona terus mendorongnya menjauh. Namun kepulangan mereka ke Seoul membangkitkan kenangan yang selama ini Yeona kubur, sekaligus menghadirkan pertanyaan tentang masa lalu yang seharusnya tidak pernah terungkap. Ketika jarak di antara mereka perlahan berubah, Yeona dipaksa menghadapi luka yang telah ia bawa selama bertahun-tahun. Bagaimana jika untuk sembuh, ia harus mengingat kembali apa yang selama ini berusaha ia lupakan? Dan bagaimana jika orang yang membantunya menemukan jalan kembali menuju kehidupan adalah seseorang yang tak pernah seharusnya ia cintai?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#15
btsfanfic
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • PAMENGKU | NOMIN
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • Journey
  • SAIRISH
  • Obsession Overdose
  • I'm Not Just a Figuran
  • Possessive Male Lead
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • The Threads We Left Behind {Marjames / JJujami}
  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]

Sejak peristiwa itu, para sesepuh menetapkan satu pantangan yang tak pernah berani dilanggar. Tak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi puluhan tahun silam. Yang tersisa hanyalah cerita-cerita "konon" yang diwariskan dari mulut ke mulut. Tentang malapetaka yang selalu datang ketika kedua pamengku berdiri di pendapa yang sama. Tak seorang pun berani mempertanyakan kebenarannya. Hingga Manggala Paramayoga mulai bertanya... Apakah pantangan itu benar-benar ada?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan