Kinasih
Dita (29 tahun) baru saja patah hati. Hubungan empat tahunnya kandas tepat ketika harapan akan pernikahan semakin dekat. Di tengah kesedihannya, sang nenek memberikan buku harian tua peninggalan kakeknya, dengan satu pesan:
"Suatu saat, harus ada keluarga kita yang sanggup membaca buku ini sampai selesai."
Buku itu ternyata menyimpan kisah Kinasih, seorang perempuan bangsawan terdidik di tahun 1930-an. Setelah kehilangan cinta pertamanya, seorang tabib muda, akibat perbedaan kasta, Kinasih justru dijodohkan dengan Suryo, pria yang nyaris tak ia kenal dan terpaut usia jauh darinya.
Pernikahan demi kepentingan bisnis keluarga itu mengharuskannya tinggal di daerah terpencil, jauh dari kehidupan kota. Di sana, ia harus membangun usaha kerajinan perak bersama suaminya, sekaligus menghadapi persaingan bisnis dan intrik lingkaran sosialita yang tak pernah menjadi dunianya.
Bagi Suryo, Kinasih seolah tak lebih dari rekan kerja yang kebetulan menjadi istrinya.
Mampukah Kinasih menjalani hidup bersama Suryo dalam pernikahan yang tak pernah ia pilih?
Semakin jauh Dita membaca, semakin ia menyadari bahwa buku harian itu bukan sekadar kisah cinta masa lalu. Ada rahasia silsilah keluarga yang tersembunyi, dan jejak takdir yang ternyata belum berakhir pada Kinasih.