Dunia tidak pernah benar-benar memaksa siapa pun untuk bertaruh, manusia sendirilah yang secara sukarela melangkah masuk ke dalam permainannya.
Aksara adalah pemain yang paling patuh. Ia mengikuti setiap aturan permainan yang tak tertulis, menuruti kemana pun alur membawanya, hingga tanpa sadar jemarinya sendiri yang menggali lubang kehancurannya.
Suatu keputusan yang melemparnya jauh ke dasar jurang yang paling gelap-sebuah tempat di mana masa lalu berbisik menagih penyesalan, dan dunia menganggapnya telah lenyap.
Namun di balik jeruji yang ia buat, perlahan ia menggali suatu jalan yang ia sendiri tak tahu arah pasti dari jalan itu, ia hanya berpasrah, berdiri di atas kaki yang hingga kini lusuh tanpa arti.
Aksara berkata lirih "Mungkin aku terlambat, tapi aku harus menempuh jalan yang akan ku buat".
~~
Kisah ini bukan tentang siapa yang paling cepat untuk sampai, namun siapa yang paling kuat untuk bangkit dan bertahan.
Nantikan kisah ini di setiap harinya, masih banyak misteri yang harus dijelajahi dengan perasaan yang membuat hati tertohok.
All Rights Reserved