The Last Station

The Last Station

  • WpView
    Reads 317
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Sep 13, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slow Burn
Workplace
LGBTQIA+
⚠️ Mature 17+ | Boys' Love (BL) Cerita ini mengandung tema BL (LGBTQ+) dan adegan romantis yang ditujukan untuk pembaca 17+. ************** Di bawah bayang-bayang Gunung Sinabung yang siap meledak, dua pria dewasa terjebak dalam batas yang mereka ciptakan sendiri. Genta, seorang pengawas vulkanologi dingin berdarah Melayu yang dibayangi trauma masa lalu, bersumpah tak akan membiarkan siapa pun mati di bawah pengawasannya lagi. Sementara Rian, seorang peneliti ekologi idealis, nekat menembus zona paling berbahaya demi membuktikan integritas risetnya. Di pos pemantauan yang terisolasi, jarak profesionalisme dan rahasia jabatan perlahan runtuh. Namun, ketika kubah lava runtuh mendadak dan menutup jalur melarikan diri, berlindung di dalam bunker beton menjadi satu-satunya pilihan untuk bertahan hidup. Di tengah kegelapan, hawa panas yang merayap, dan gemuruh bumi yang mengancam nyawa, mereka terpaksa menanggalkan seluruh topeng-menghadapi bahaya di luar, dan perasaan terlarang yang tak bisa lagi mereka sembunyikan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GUMELUM (21+)
  • Tunduk Pada Wilder
  • Veshral & Eshral: Kaum Pelangi vs The World (Queer)
  • Dans le Réseau d'Aidan
  • True End
  • WENGKU (21+)
  • AMBANG PINTU
  • Wintang Wira; Seni Itu Indah
  • The Boy Behind the Cold Desk
  • The Ghost Hunter Next Door

Di bawah langit Nganjuk yang jingga keunguan, tanah hitam Gondang menjadi saksi bisu benturan dua semesta. Lingga, sang penjaga akar yang memuja tradisi, harus berhadapan dengan Kayun, pemuda kota yang datang membawa logika mesin dan angka-angka dingin.Di atas pematang sempit yang penuh rahasia, amarah perlahan luluh menjadi rasa yang tak seharusnya tumbuh. Saat ego hancur dan tradisi merapuh, mampukah cinta mereka berakar di tanah yang penuh prasangka? Ataukah mereka akan larung bersama debu jati yang hilang ditelan zaman?

More details
WpActionLinkContent Guidelines