Secangkir Kopi untuk Senja

Secangkir Kopi untuk Senja

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Sep 5, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Happy Ending
Destined Love
"Sudah empat bulan kau di sini, dan empat bulan juga kau bertanya-tanya soal americano-nya dia." Lana meletakkan kain lap di rak bawah. Suara mesin pendingin dari dapur kecil berdengung monoton, mengisi celah keheningan yang sempat terjadi. Ia memang sering melihat Senja datang, selalu pada jam yang sama, selalu memesan hal yang identik. "Aku cuma penasaran kenapa dia tidak pernah mencoba latte atau cappucino," bisik Lana pelan, seolah-olah suaranya bisa menembus ruangan yang sepi itu. Riko tertawa kecil, suaranya berat namun tidak mengejek. Ia berhenti membersihkan grinder, lalu meraih toples kaca dari rak atas. Tutupnya dibuka dengan bunyi klik pelan. "Gayo," kata Riko sambil menyodorkan toples itu agar Lana bisa mencium aromanya. "Dari Aceh. Pahitnya tajam tapi bersih, tanpa rasa gosong." Lana menyapukan hidungnya di mulut toples. Aroma tanah dan kayu bakar menyengat, namun ada sesuatu yang halus di baliknya, seperti jejak rasa yang baru bisa dikenali setelah beberapa kali mencium. "Orang seperti Senja mencari ketenangan dalam pahit, bukan kenyamanan dalam susu," lanjut Riko sambil mengembalikan toples ke tempatnya. "Susu menghalangi. Memberi bantal yang empuk sebelum kau sempat merasakan apa yang sebenarnya kau minum." Lana mengangguk perlahan, meski belum sepenuhnya mengerti. Ia melihat Senja dari sudut mata. Pria itu kini menelusuri garis tepi cangkir dengan jari telunjuk, gerakan yang tampak tidak disengaja, hanya kebiasaan tangan yang menunggu. "Kalau kau ingin mendekatinya, kau harus paham rasa pahit itu dulu." "Mendekati?" Lana menatap Riko dengan mata melebar. "Aku tidak-" "Tidak apa-apa," potong Riko santai. "Tapi jangan pakai susu. Jangan pakai gula. Kalau kau bawa sesuatu yang manis ke mejanya, dia akan tahu kau tidak mengerti."
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Siap-siap Jadi Ibu
  • SENTUHAN TERLARANG KOMANDAN SUAMIKU ( DEWASAAA 21++++ )
  • Silent Traces by the Sea [Usai)]
  • Clause of Us
  • Jadi Bodyguard?
  • Night Calls
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Under The Authority Of Senopati
  • OBSESISEAN 21+ (TAMAT)

Sejak awal pernikahan, Vanila Anggraini sudah menegaskan satu hal: dia memilih childfree. Namun suatu malam, sepulang dari kantor, Vani disuguhi adegan perselingkuhan suaminya, Riki. Tepat di dapur rumah mereka sendiri. Vani hanya menyapa dingin, lalu mengunci diri di kamar, menangis sepuasnya. Dia patah hati, sekaligus sadar bahwa ego laki-laki untuk memiliki keturunan memang tidak akan pernah bisa dia penuhi. Vani menolak luka dan menjadi seorang workaholic. Di tengah tumpukan pekerjaan yang tiada habisnya itulah ia bertemu dengan Danuarta. Klien duda, anak satu. "Boleh aku panggil Ibu?" Vani sempat tertegun beberapa detik sebelum akhirnya tertawa garing, berusaha mencairkan kekakuannya sendiri. "Hahahaha... boleh, boleh banget, kok." Siapa sangka, tingkah absurd remaja itu justru pelan-pelan membuat keduanya dekat, persis seperti Ibu dan Anak. Tanpa sadar juga menarik Vani semakin jauh ke dalam kehidupan sang duda. Setelah setahun mengenal, Vani kembali mengenakan cincin di jari manisnya, juga resmi memegang peran baru yang paling ia hindari dulu. Menjadi seorang Ibu. 🥇 Metropop 🥈 Kisah Cinta, Duda, 🥉 Comedy

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman