(Spinoff of The Alpha's Unripe Mate)
"Taringmu terlalu panjang untuk ukuran Alpha rasional, dan harus kuakui-kehadiranmu adalah gangguan terburuk dalam laboratorium medisku." - Lucius Mathias Calucifier.
"Kau hanyalah Omega porselen bersikap sombong yang butuh diajari cara tunduk pada Raja." - Aeros Levitharos.
Sebagai putra kedua keluarga penguasa klan Calucifier, Lucius Mathias Calucifier tidak tertarik pada pedang, taktik perang, atau takdir perjodohan romantis seperti kakak sulungnya. Berbekal mata merah jernih, kulit porselen, dan kecerdasan medis tingkat tinggi, Lucius hidup tenang sebagai Kepala Peneliti Muda yang mendiagnosis segala hal di dunia ini berdasarkan logika sains.
Sampai sebuah wabah darah kuno melanda lautan selatan, membawanya berhadapan langsung dengan Aeros Levitharos-Raja Kerajaan Leviathan yang legendaris.
Aeros bukan sekadar Alpha biasa. Dia adalah penguasa berdarah manusia drakula abad ke-12 yang bertaring tajam, bermata biru sedingin samudra, dominan, dan terbiasa menundukkan siapa saja hanya dengan satu geraman.
Bagi Aeros, Lucius adalah Omega elit yang kelewat dingin, menyebalkan, dan minta dijemput ajalnya.
Bagi Lucius, Aeros hanyalah mahkluk purba bertaring yang bising, kelewat percaya diri, dan sangat memicu stres darah tingginya.
Pertemuan pertama mereka langsung meledakkan bentrokan gengsi. Di saat orang lain gemetar ketakutan melihat taring dan aura mistis sang Raja Drakula Lautan, Lucius justru santai mengkritik kebersihan gigi Aeros dan menyarankan dosis obat penenang.
Namun, ketika intrik politik kerajaan lautan kian berdarah, ancaman pembunuhan membayangi, dan insting pemangsa sang Alpha Drakula mulai bangkit-benci murni di antara mereka perlahan bergeser menjadi obsesi yang amat berbahaya.
Dapatkah Lucius mempertahankan logika rasionalnya saat Aeros memutuskan untuk mengklaim sang dokter porselen sebagai milik mutlaknya? Ataukah sang Raja Leviathan yang justru akan berlutut pada Omega yang paling ia benci?
All Rights Reserved