The Single Dad

The Single Dad

  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 6 hours ago
WpInfo
Fiction
Romance
Slow Burn
Enemies to Lovers
Happy Ending
"Masalahnya Mas Angga kayaknya nggak suka balik sama gue. Gimana caranya biar dia mau jadi lakik gue?" "Coba lo perkosa Mas Angga, sampai lo hamil. Jadi mau nggak mau, Mas Angga tanggung jawab buat nikahin lo." ******** Pengangguran, jomblo dan yatim. Malika tahu hidupnya memang sangat menyedihkan. Keadaanya semakin kacau kala Ami, sang mama memaksanya untuk menjadi pengasuh dari anak kembar keturunan duda yang baru saja menjadi tetangga barunya. Tentu Malika menolak pada awalnya, predikat cumlaude yang dia banggakan saat lulus kuliah membuatnya gengsi bekerja sebagai pengasuh. Tapi kemudian, Malika tak punya pilihan lain. Mau tak mau, Malika akhirnya menyetujui keputusan Mama. Keputusan yang akan membawanya ke dalam pusaran romansa yang sulit untuk dirinya terima.
All Rights Reserved
#114
baper
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status [END]
  • Nakula
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines