Bizarre Love Triangle

Bizarre Love Triangle

  • WpView
    Reads 419
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 22, 2023
Jatuh cinta itu aneh, apalagi kalau jatuh cinta tanpa kita sadari Tersenyum diam-diam saat mengingatnya, dan bahagia saat bertemu dengannya Ntah sejak kapan seperti itu Ntah sejak kapan aku mulai mencari keberadaanya Ntah sejak kapan aku suka memandangnya diam-diam Ntah sejak kapan aku mulai suka saat mata itu menatapku walau hanya sekilas Ntah sejak kapan aku selalu ikut tersenyum saat melihatnya bahagia Ntah sejak kapan hatiku selalu berdesir saat berada didekatnya Aneh. Kenapa saat aku mencoba menepis perasaan itu jauh-jauh, malah aku semakin mengingat dan mencintai orang itu? Seperti, semakin dipaksa semakinku mencintainya Rasanya lucu, dulu aku selalu bilang dia jelek, menyebalkan, tak punya perasaan, tapi sekarang setiap saat aku selalu berkata dia tampan dan menyenangkan. Kata sahabatku, tingkah dia itu aneh padaku, seperti beda. Apa aku boleh percaya? Apa aku boleh... Berharap?
All Rights Reserved
#785
trianglelove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • Verronica (COMPLETED)
  • Cempaka Terakhir ✔
  • Cahaya Dirimu
  • SalFlo
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • my story
  • My Bad Girl #BadSeries✔

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines