Rumus hidup Bayu itu simpel: Jauhi Bima, hiduplah dengan tenang. Tapi rumus itu langsung eror waktu dia dipaksa nikah sama cowok yang udah nikung pacarnya sendiri. Alasannya? Demi nama baik keluarga dan tradisi kolot leluhur yang gak masuk akal! Tinggal seatap sama mantan selingkuhan pacar sendiri aja udah bikin Bayu serasa tinggal di neraka jahanam. Ditambah lagi setiap pagi dia dipaksa minum jamu aneh dari mertuanya buat 'mempersiapkan rahim'. Bayu pikir itu cuma mitos. Sampai akhirnya, alat tes bergaris dua di tangannya mengubah semua rasa benci itu jadi ketakutan yang luar biasa. Gimana cara Bayu bertahan di samping cowok yang paling dia benci, di saat ada nyawa lain yang mulai tumbuh di dalam perutnya? Hai guyss cerita ini mengandung bl(m-preg) jadi kalau ada yang nggak suka bisa langsung di skip aja yaa🫶🏻😊 (on going)
More details