Kosan itu berdiri di ujung gang yang tidak terlalu ramai. Penghuninya terdiri dari berbagai usia, kebanyakan masih muda. Setiap pagi terdengar bunyi kompor, suara langkah kaki di tangga, dan percakapan kecil yang sudah jadi kebiasaan.
Tidak ada yang istimewa. Hanya kehidupan sehari-hari yang berjalan seperti biasa.
Anastia Kirana, atau Tia dipanggil adalah salah satu penghuni yang paling sering mengurus banyak hal. ia bekerja keras, menjaga adiknya, dan memastikan kosan tetap berjalan tertib. Baginya, selama semuanya masih aman, tidak ada yang perlu dipikirkan terlalu jauh.
Perubahan datang tanpa peringatan yang jelas.
Pada suatu sore, jalanan mulai ramai dengan bunyi sirine dan orang-orang yang berlari. Kabar yang beredar semakin mengkhawatirkan. Tidak lama kemudian, pagar kosan dikunci dari dalam. Untuk pertama kalinya, mereka menyadari bahwa dunia di luar sudah tidak lagi sama.
Sejak saat itu, kosan yang sebelumnya hanya tempat tinggal biasa berubah menjadi tempat bertahan hidup. Di luar, ada bahaya yang belum sepenuhnya mereka pahami. Di dalam, mereka harus belajar saling menjaga, mengambil keputusan sulit, dan menghadapi rasa takut yang terus tumbuh.
Karena di situasi seperti itu, bertahan hidup bukan hanya soal kekuatan.Tapi juga soal siapa yang masih bisa dipercaya.
Todos los derechos reservados