Raka percaya bahwa cinta tidak selalu harus diucapkan.
Baginya, memastikan Celine pulang dengan selamat, memastikan celine belajar untuk masuk universitas, atau diam-diam berada di sisinya sudah cukup menjadi bukti bahwa ia mencintai.
Namun Celine tidak pernah mengerti bahasa cinta seperti itu.
Celine ingin mendengar kata sayang. Ingin tahu bahwa dirinya dicintai. Ingin mendapatkan pelukan, perhatian, dan kepastian yang bisa ia rasakan, bukan sekadar tindakan yang harus ia tebak sendiri.
Mereka mencintai dengan cara yang berbeda.
Raka mencintai dalam diam, sementara Celine mencintai dengan seluruh perasaannya. Raka menjawab seperlunya, Celine selalu punya seribu kata untuk mengungkapkan rasa. Raka jarang menunjukkan cemburu, sementara Celine bisa cemburu hanya karena satu tatapan yang terlalu lama.
Awalnya, perbedaan itu terasa sederhana.
Sampai suatu hari Celine mulai bertanya-tanya...
Jika Raka benar-benar mencintainya, mengapa mengucapkan tiga kata sederhana saja terasa begitu sulit?
Dan untuk pertama kalinya, Raka harus memilih: tetap mencintai Celine dengan caranya sendiri, atau belajar mencintainya dengan cara yang bisa Celine pahami.
All Rights Reserved