Chasing 1626 - Hyeonkeon

Chasing 1626 - Hyeonkeon

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 29, 2026
WpInfo
Fanfic
Alternate Universe (AU)
Kpop
LGBTQIA+
Fantasy
Berawal dari malam yang gelap di tahun 1626, Kara dan sahabatnya, Janari. Harus berlari demi menghindari kejaran para prajurit kerajaan yang haus akan jiwa makhluk itu. Terdesak dengan keadaan, mereka tiba di Air Terjun Songchu. Di sanalah, mereka melakukan sebuah ritual di antara batu-batu besar dan air terjun yang deras itu sebelum berakhir terlelap dalam hibernasi panjang. Tepat tiga ratus sembilan puluh tahun lamanya Janari membuka matanya lebih dulu dan memutuskan untuk menjelajah dunia luar agar saat tiba waktunya ia menjemput Kara, ada dirinya yang sudah siap untuk membantu Kara beradaptasi dan memulai kehidupan baru dengan damai. Sebelum Janari pergi, dia memberi sihir pada tubuh Kara agar tubuhnya tak dapat dilihat oleh orang-orang. Namun, tak disangka-sangka sehari sebelum Kara membuka matanya sihir tersebut menghilang dengan sendirinya. Yang ternyata membuat keberadaan Kara diketahui oleh orang yang akan membuat rencana Janari untuk memulai kehidupan dengan damai bersama sahabatnya hilang seketika. Start: 29 Aug 2026 End : -
All Rights Reserved
#627
bxb
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PAMENGKU | NOMIN
  • PREGNANT (DewTee)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Love me or die
  • Obsession Overdose
  • Rewriting The Villain (END)
  • Forgive Me | FreenBecky [END]
  • Journey
  • Something... Emm🔞 (KNP)
  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]

Sejak peristiwa itu, para sesepuh menetapkan satu pantangan yang tak pernah berani dilanggar. Tak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi puluhan tahun silam. Yang tersisa hanyalah cerita-cerita "konon" yang diwariskan dari mulut ke mulut. Tentang malapetaka yang selalu datang ketika kedua pamengku berdiri di pendapa yang sama. Tak seorang pun berani mempertanyakan kebenarannya. Hingga Manggala Paramayoga mulai bertanya... Apakah pantangan itu benar-benar ada?

More details
WpActionLinkContent Guidelines