Kinanti tumbuh tanpa orang tua, dibesarkan oleh kakak perempuannya dengan segala keterbatasan yang tak pernah ia keluhkan. Namun di sudut hatinya, selalu ada rasa minder yang diam-diam menggerogoti-statusnya sebagai anak yatim piatu membuatnya merasa tak pernah benar-benar cukup. Hingga suatu hari, ia memberanikan diri membuka hati. Untuk pertama kalinya, ia percaya pada seorang laki-laki yang terlihat tulus, pada keluarga besar yang seolah menerima dirinya apa adanya. Tapi harapan itu runtuh oleh satu kebohongan. Pras tak pernah benar-benar pergi dari bayang-bayang kesalahannya. Rasa bersalah mengikatnya lebih kuat daripada cinta yang pernah ia miliki. Di tengah desakan keluarga yang ingin ia bangkit dan memulai hidup baru, Pras memilih tetap tinggal dalam penyesalan. Baginya, menebus luka perempuan itu adalah satu-satunya cara bernapas tanpa dihantui masa lalu. Dua hati dengan beban berbeda. Satu terluka karena dikhianati. Satu terperangkap dalam rasa bersalah yang tak berujung. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali tanpa rencana, tanpa kesiapan-apakah itu kesempatan kedua... atau awal dari luka yang lebih dalam?
Mais detalhes