forgotten

forgotten

  • WpView
    Reads 4,419
  • WpVote
    Votes 717
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 25, 2026
WpInfo
Fanfic
"Mommy, kuncirnya jangan terlalu kencang," gumam Lisa kecil sambil mengucek matanya yang masih mengantuk. Ia duduk di atas kursi kayu tinggi di dapur, sementara kakinya yang mengenakan kaus kaki bergambar anak ayam berayun-ayun di udara. Di matanya, Lisa adalah segalanya. Lisa adalah alasan mengapa ia sanggup bertahan menjalani jam kerja residen kedokteran yang gila di rumah sakit universitas. Jennie mengusap pipi gembil Lisa dengan ibu jarinya. "Mommy janji. Setelah operasi terakhir selesai, Mommy langsung menjemputmu. Oke?" "Janji kelingking?" Lisa menyodorkan jari kelingking kecilnya. Jennie menautkan jari kelingkingnya yang panjang dengan milik Lisa. "Janji kelingking." Jennie menyentuh permukaan kaca, jarinya seolah membelai wajah Lisa dari jauh. 'Bagaimana bisa aku meninggalkanmu, Lisa?' batinnya. Namun, setiap kali ia melihat apartemen mereka yang sempit dan daftar tagihan yang menumpuk, Jennie tahu ia harus melakukan sesuatu yang besar. Saat itu, Jennie belum tahu bahwa keputusan yang ia anggap "demi masa depan Lisa" justru akan menjadi luka paling dalam yang akan menghancurkan hati putrinya beberapa tahun kemudian. EBOOK AVAILABLE
All Rights Reserved
#122
blackpink
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mommy Jennie dan Posesif Baby Lili
  • MOTHERLESS
  • Jennie Kim's Baby
  • comeback Mommy
  • Distance
  • 🄼🅈 🅆🄸🄻🄳 🄱🄰🄱🅈 𝟚
  • 🄽🄰🅄🄶🄷🅃🅈 🄱🄰🄱🅈
  • Like  Stars in the Sky ✔️
  • Little Monster
  • Story Collection

Malam itu, Seoul sedang diguyur hujan salju yang sangat lebat. Di balik dinding kaca rumah sakit VVIP yang megah, Jennie Kim, CEO muda dari Kim's Empire yang biasanya terlihat dingin dan tak tersentuh, kini sedang berjuang antara hidup dan mati. Keringat dingin membasahi keningnya, sementara tangannya mencengkeram erat seprai putih rumah sakit. Di luar ruangan, suasana tak kalah tegang. Kim Minho dan Krystal, orang tua Jennie, mondar-mandir dengan wajah cemas. Di sudut lain, Jisoo dan Rosé, sahabat sejati Jennie yang sudah dianggap saudara, terus merapalkan doa. "Dokter! Jantung bayinya melemah!" Suara monitor itu memekakkan telinga.

More details
WpActionLinkContent Guidelines