πŸŒ€ GEDUNG LABIRIN πŸ‘»

πŸŒ€ GEDUNG LABIRIN πŸ‘»

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Fri, Aug 28, 2026
WpInfo
Fiction
Horror
Creepy Pasta
Ghosts and Hauntings
Psychological
Tagsgedung
πŸŒ€ GEDUNG LABIRIN Delapan orang memasuki sebuah gedung tua yang telah lama ditinggalkan. Mereka awalnya hanya ingin mengungkap misteri di balik bangunan yang terkenal memiliki lorong-lorong aneh. Namun, setelah sebuah pintu menuju lantai 4 muncul di tempat yang seharusnya tidak ada, mereka menyadari bahwa gedung itu bukan sekadar bangunan kosong. Setiap lorong menyimpan teka-teki. Setiap pintu memiliki aturan. Dan setiap kesalahan dapat membuat mereka semakin jauh dari jalan keluar. Dipimpin oleh Dimas, bersama Adit, Zio, Fajar, Dedi, Bima, Tio, dan Pak Slamet, mereka harus bekerja sama untuk memahami rahasia Gedung Labirin. Masalahnya... Denah gedung terus berubah. Dan semakin dalam mereka berjalan, semakin mereka menyadari bahwa mungkin... mereka bukanlah orang pertama yang terjebak di dalamnya. πŸŒ€ 40 EPISODE. πŸ‘» SATU GEDUNG. πŸšͺ RATUSAN PINTU. ❓ TAPI HANYA SATU JALAN KELUAR.
All Rights Reserved
#34
gedung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gata
  • Pengantin Alam Sebelah
  • Daddy's Little Baby
  • Tumbas Janji Lawas
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • Hilang
  • DESA PININGIT (M-PREG)
  • Napak Tilas (Selesai)
  • Got dropped into a ghost story, still gotta work (1-200)
  • Jangan Lembur Sendirian
Gata

Bratadikara artinya pemimpin yang berwibawa dengan tingkah laku yang baik. Nama itu tersemat pada keluarga Bratadikara, salah satu keluarga ningrat di Desa Welaswati yang masih memegang teguh budaya leluhur secara turun temurun. Di desa, mereka adalah keluarga terpandang yang disegani. Tetapi siapa yang tahu, dengan lurusnya nama mereka di warga sekitar, keluarga itu memegang tradisi yang sangat teguh tanpa dapat dinegosiasi. Setiap keturunan dari Bratadikara harus melakukan upacara untuk menemukan pasangannya di setiap garis takdir kehidupan. Untuk keluarga kejawen seperti mereka sih, adalah hal biasa dengan setiap mistik yang mereka punya. Di desa ini, normal sekali semua anomali yang dimiliki setiap tradisi keluarga. Tapi bagi Laban, dia sangat membenci tradisi ini. Karena tradisi itu, ia menjadi korban untuk terikat pada keluarga Bratadikara, atau menjadi salah satu bagian dari mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines