Dalam sebuah kesepakatan sederhana yang awalnya dianggap sebagai candaan dua orang sahabat, mereka pernah berjanji untuk mempertemukan kedua anak mereka dalam sebuah pernikahan. Waktu berlalu, Candaan itu perlahan berubah menjadi sebuah janji. Miftah tumbuh menjadi seorang pemuda, Risa tumbuh menjadi seorang gadis.
Dan tanpa pernah benar-benar meminta pendapat mereka ketika masih kecil, kedua keluarga tersebut menyimpan satu harapan yang sama. Menjadikan Miftah Zayyan dan Risa Nadhira Aulia adinata sebagai pasangan. Mereka sudah saling mengenal sejak kecil, tetapi tidak pernah benar-benar dekat. Pertemuan mereka selalu berada dalam batas keluarga. Risa mengenal Miftah sebagai anak dari sahabat ayahnya.
Miftah mengenal Risa sebagai putri dari keluarga yang sudah dianggap seperti saudara sendiri. Tidak ada kisah cinta masa kecil, Tidak ada perasaan yang tumbuh sejak pandangan pertama, Tidak ada janji manis yang pernah mereka ucapkan. Yang ada hanyalah sebuah keputusan dari dua keluarga yang perlahan mendekati waktunya untuk diwujudkan.
Miftah yang sudah cukup dewasa untuk memahami arti sebuah pernikahan. Risa yang bahkan masih berusaha memahami dirinya sendiri, Dua orang dengan kehidupan yang berbeda. Miftah dengan pesantren, pekerjaan, keluarga, dan dunia kecil bersama sahabat-sahabatnya. Risa dengan kuliah, buku-buku, keluarga, dan kehidupannya yang tenang. Mereka tidak pernah tahu bahwa kehidupan masing-masing akan segera saling bersinggungan lebih jauh. Sebab perjodohan yang selama ini hanya dianggap sebagai cerita keluarga ternyata perlahan berubah menjadi sesuatu yang nyata.
Dan di antara Miftah yang tidak mudah membuka hati dan Risa yang bahkan tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan perasaannya, sebuah kisah akan dimulai. Bukan kisah tentang cinta yang sempurna. Melainkan tentang dua manusia yang belajar mengenal satu sama lain, belajar menerima perbedaan, dan perlahan memahami bahwa terkadang seseorang tidak datang karena kita mencarinya. Seseorang datang kar
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang